Informasi/Berita
Surabaya — Dinas Sosial Kota Surabaya melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan alat disabilitas berupa kaki palsu kepada penyandang disabilitas warga Gunungsari pada Kamis,(22/01). Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, sebagai bagian dari program rehabilitasi sosial untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup penyandang disabilitas. Penerima manfaat dalam kegiatan ini adalah Azza Qurrota ’Ayun, warga Kelurahan Gunungsari, dengan alamat Pulosari III-E/5. Bantuan kaki palsu diserahkan secara langsung oleh petugas Dinas Sosial Kota Surabaya dengan pendampingan keluarga penerima manfaat. Dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut turut hadir perwakilan Dinas Sosial Kota Surabaya, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasie Kesra) Kelurahan Gunungsari, serta IPSM Kelurahan Gunungsari. Kehadiran unsur kelurahan dan IPSM menjadi bentuk sinergi dalam mendukung pelayanan sosial kepada masyarakat.
Perwakilan Dinas Sosial Kota Surabaya menyampaikan bahwa bantuan kaki palsu ini diharapkan dapat menunjang mobilitas penerima manfaat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Program ini juga menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan sosial yang inklusif dan berkeadilan bagi penyandang disabilitas. Selain penyerahan alat bantu, penerima manfaat juga mendapatkan pendampingan awal terkait penggunaan kaki palsu agar dapat digunakan secara aman dan nyaman. Pendampingan ini penting untuk membantu proses adaptasi serta mendukung keberhasilan rehabilitasi sosial dalam jangka panjang. Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Surabaya, penyaluran alat bantu disabilitas seperti kaki palsu, kursi roda, dan alat bantu lainnya dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun sesuai hasil pendataan dan pengajuan masyarakat. Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung pemenuhan hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan penyaluran bantuan kaki palsu ini, Dinas Sosial Kota Surabaya berharap penyandang disabilitas dapat hidup lebih mandiri, percaya diri, serta memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.