Informasi/Berita
SURABAYA – Sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di lingkungan pendidikan, Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kota Surabaya melaksanakan program TAGANA Masuk Sekolah (TMS). Kali ini, kegiatan dipusatkan di Asrama Sekolah Rakyat SRMA 21 Surabaya pada Jumat (23/01).
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa-siswi yang tampak antusias mengenakan seragam khusus SR, didampingi oleh para pembina dan instruktur dari TAGANA. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dini mengenai mitigasi bencana, mulai dari pengenalan potensi bahaya hingga prosedur evakuasi mandiri.
Dalam pantauan di lokasi, para personel TAGANA tidak hanya memberikan materi secara teori, tetapi juga simulasi penanganan darurat. Beberapa poin utama yang ditekankan meliputi:
Mitigasi Gempa Bumi: Cara berlindung yang benar saat berada di dalam gedung bertingkat.
Penyelamatan Mandiri: Langkah awal yang harus diambil sebelum bantuan profesional datang.
Pengenalan Logistik: Penggunaan peralatan dasar kebencanaan.
Perwakilan TAGANA Kota Surabaya menyatakan bahwa pemilihan lokasi asrama menjadi krusial karena merupakan tempat konsentrasi massa dalam jumlah banyak. "Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa memiliki insting penyelamatan yang kuat. Sekolah dan asrama harus menjadi zona aman yang tanggap terhadap situasi darurat," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama di halaman asrama, yang menunjukkan semangat kolaborasi antara relawan kemanusiaan, pihak pengelola asrama, dan para pelajar untuk mewujudkan Surabaya yang lebih tangguh menghadapi bencana.
Penulis: Tim Liputan Humas Lokasi: Surabaya, Jawa Timur