Informasi/Berita

Gambar Berita

Dinsos Surabaya Sosialisasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Bagi Pendidik Paud Dan Psm

17 September 2026 13:04:03 UMUM

SURABAYA, 17 September 2026 – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya menggelar Sosialisasi Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bagi Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 4 Dinas Sosial Kota Surabaya sebagai bagian dari upaya mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun + 1 Tahun Pra-Sekolah di Kota Surabaya.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat peran pendidik PAUD dan PSM dalam menanamkan kebiasaan positif kepada anak sejak usia dini. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter baik, mandiri, tangguh, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Surabaya, Edi Siswanto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mendukung tumbuh kembang anak, khususnya melalui pendidikan dan pembentukan karakter sejak usia dini.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui lingkungan yang mampu memberikan keteladanan dan membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pendidik PAUD dan PSM memiliki peran penting sebagai bagian dari lingkungan yang dekat dengan anak dan keluarga.

Sementara itu, kegiatan sosialisasi menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan materi terkait penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Materi pertama disampaikan oleh Kusandrini, S.Psi., M.Kes. dari Bunda PAUD, yang membahas mengenai “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: Membentuk Kebiasaan Baik Sejak Dini.”

Dalam pemaparannya, Kusandrini menekankan bahwa pembentukan karakter anak perlu dimulai sejak usia dini melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara berulang dan konsisten. Pembiasaan positif yang diterapkan dalam keseharian diharapkan dapat menjadi fondasi bagi perkembangan karakter dan kepribadian anak pada tahap selanjutnya.

Pengenalan kebiasaan baik sejak dini juga membutuhkan keterlibatan lingkungan sekitar anak. Pendidik, keluarga, serta masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembentukan kebiasaan tersebut sehingga anak tidak hanya memahami nilai-nilai kebaikan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Agnes Warsiati, M.Si., selaku Ketua PSM Kota Surabaya, dengan materi “Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.” Dalam materi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya membangun kebiasaan positif sebagai bagian dari upaya membentuk generasi Indonesia yang tangguh dan berkarakter.

Agnes menjelaskan bahwa implementasi kebiasaan positif membutuhkan kolaborasi antara berbagai unsur yang berada di sekitar anak. PSM sebagai bagian dari masyarakat memiliki posisi strategis dalam membantu menciptakan lingkungan sosial yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya dalam membangun pola perilaku yang positif.

Selain itu, kegiatan juga menghadirkan Ir. Irianto sebagai salah satu pengisi acara. Kehadiran para narasumber memberikan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat secara nyata dalam lingkungan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dinas Sosial Kota Surabaya berharap pendidik PAUD dan PSM dapat semakin memahami peran strategisnya dalam mendukung pembentukan karakter anak. Sinergi antara satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan pemerintah menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman, positif, dan mendukung kebutuhan anak.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun + 1 Tahun Pra-Sekolah di Kota Surabaya. Dengan penguatan pendidikan dan pembiasaan positif sejak usia dini, diharapkan setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang berkarakter serta mampu berkontribusi bagi masyarakat di masa mendatang.