Informasi/Berita
Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kota yang inklusif dan berkeadilan sosial melalui program reunifikasi atau pemulangan para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dari Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih. Program ini bertujuan untuk mempertemukan kembali para warga binaan dengan keluarga mereka, setelah mendapatkan pembinaan dan pendampingan intensif di Liponsos.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya menyampaikan bahwa proses reunifikasi dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan memastikan kondisi psikologis dan sosial setiap warga binaan sudah siap untuk kembali ke masyarakat. “Kami tidak hanya memulangkan, tetapi juga memastikan mereka diterima dengan baik oleh keluarga dan lingkungan. Sebelum pemulangan, tim kami melakukan asesmen mendalam,” ujarnya.
Dalam program ini, para PPKS — yang terdiri dari lansia terlantar, penyandang disabilitas, hingga gelandangan dan pengemis — telah melalui berbagai tahapan pembinaan di Liponsos. Mulai dari rehabilitasi sosial, konseling psikologis, pelatihan keterampilan, hingga kegiatan keagamaan. Setelah dinilai cukup mandiri dan stabil, mereka difasilitasi untuk dipertemukan kembali dengan keluarga asal.
Salah satu warga binaan yang berhasil dipulangkan mengaku bersyukur bisa kembali ke rumah setelah bertahun-tahun tinggal di Liponsos. “Saya berterima kasih kepada Pemkot Surabaya. Sekarang saya bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan mulai hidup baru,” ujarnya haru.
Program reunifikasi ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara Pemkot Surabaya, lembaga sosial, dan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap sesama. Pemerintah berharap agar keluarga dan lingkungan sekitar dapat terus memberikan dukungan, sehingga para PPKS dapat benar-benar berdaya dan tidak kembali ke jalanan.
Ke depan, Pemkot Surabaya akan terus memperkuat program pemberdayaan sosial serta pendampingan pascareunifikasi, guna memastikan keberlanjutan kehidupan para PPKS yang telah kembali ke masyarakat. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Surabaya sebagai kota yang humanis dan peduli terhadap kesejahteraan seluruh warganya.